<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Welcome to Little Kid's Playground!</title>
	<atom:link href="http://alittlekid.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://alittlekid.wordpress.com</link>
	<description>The newest, biggest playground ever! Have fun! Just pick, see-saw, or you wanna play spy?!</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 Nov 2011 19:16:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='alittlekid.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Welcome to Little Kid's Playground!</title>
		<link>http://alittlekid.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://alittlekid.wordpress.com/osd.xml" title="Welcome to Little Kid&#039;s Playground!" />
	<atom:link rel='hub' href='http://alittlekid.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>No bedong no gurita</title>
		<link>http://alittlekid.wordpress.com/2011/01/12/no-bedong-no-gurita-2/</link>
		<comments>http://alittlekid.wordpress.com/2011/01/12/no-bedong-no-gurita-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Jan 2011 03:36:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alittlekid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alittlekid.wordpress.com/?p=155</guid>
		<description><![CDATA[No bedong, no gurita! Say goodbye to the ol’ bedong and gurita! Mudah sekali mengatakannya. Tapi prakteknya mungkin agak sulit, apalagi di daerah-daerah tertentu di Indonesia dimana adat turun-temurun masih dipegang dengan sangat kuat, bahkan level evidence nya mungkin dianggap di atas 1A (di atas systematic review? Apa ada? Hahaha) oleh para pemegang kepercayaan itu. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alittlekid.wordpress.com&amp;blog=5454840&amp;post=155&amp;subd=alittlekid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>No bedong, no gurita!</p>
<p>Say goodbye to the ol’ bedong and gurita!<br />
Mudah sekali mengatakannya. Tapi prakteknya mungkin agak sulit, apalagi di daerah-daerah tertentu di Indonesia dimana adat turun-temurun masih dipegang dengan sangat kuat, bahkan level evidence nya mungkin dianggap di atas 1A (di atas systematic review? Apa ada? Hahaha) oleh para pemegang kepercayaan itu.<br />
	“belum tentu kalian nanti bisa melawan kakek atau nenek atau kakek nenek mertua. Biarpun dokter tapi tetep dianggap anaknya, tetep dianggap anak kecil. ‘kamu dulu juga tak gurita, sekarang jadi dokter,’”<br />
	Begitu kata dr. Tunjung saat kuliah Jumat, 19 November 2010 lalu.<br />
	Kekuatan kepercayaan dan adat masyarakat memang bisa agak mengerikan, meskipun terkadang hal itu di luar nalar dan jalan pikiran yang logis. Atau mungkin, kengototan orang tua dan mertua juga terkadang bisa sama mengerikannya. Entahlah, saya tidak tahu apa-apa tentang masalah itu. Baik, stop masalah adatnya. Yang mau saya bicarakan adalah alasannya, kenapa kita jangan melakukan hal itu lagi?<br />
	Satu, masalah bedong. Alasan pembedongan bayi adalah untuk menjaga kehangatan bayi. Memang betul, bayi gampang kedinginan dan kehilangan panas tubuhnya, apalagi dengan transisi suhu yang drastis dari rahim ibu yang 36-37°C ke suhu luar rahim yang sekitar 30°C. Pusat pengatur suhu tubuh di hipotalamus, pada bayi juga belum matang, jadi bayi nggak bisa ngatur suhu tubuhnya sendiri seperti orang dewasa. Plus bayi juga nggak bisa menghasilkan panas melalui shivering atau menggigil. Kalo kita kedinginan kan, kita bakal menggigil, itu adalah usaha tubuh kita untuk menghasilkan panas. Tapi bayi nggak bisa menggigil, tau-tau dingin aja. Bahaya kan. Nah tapiii, dengan pembedongan itu, gerak bayi jadi terbatas kan? Padahal, karena bayi nggak bisa menggigil tadi, salah satu usahanya untuk menghasilkan panas kan dengan menggerakkan tubuhnya. Lha kalau dibedong, dia malah jadi nggak bisa memproduksi panas dengan bergerak dong&#8230;<br />
	Itu kalau dia lagi butuh produksi panas. Sekarang, kalau kayak di daerah tropis seperti Indonesia misalnya; atau cuaca/ suhu lingkungan lagi panas-panasnya. Dengan bedong itu, bayi kan jadi kayak di”kekep”, dia malah bisa kepanasan&#8230; kasihan kan&#8230;<br />
	Belum lagi, kalau membedongnya kekencengan. Ini bisa mengubah bentuk panggul bayi, jadi ntar pas dia gede jalannya gak bagus. Ini justru kontras sekali dengan alasan pembedongan yang kedua; katanya biar kakinya nggak ”O”. Nah kalo masalah itu, itu urusannya vitamin D, bukan masalah dibedong atau enggak&#8230; jadi kalo gak mau bentuk kakinya ”O”, jangan dibedong ya, tapiii cukupilah kebutuhan vitamin D kita&#8230;<br />
	Dua, gurita! Dulu aku merasa lucu lihat gurita, talinya banyak banget, pasti ribet makenya. Ngapain coba ribet2 pake gurita begitu? Kenapa juga talinya banyak sekali? Ini juga, katanya biar hangat.<br />
	Inget pelajaran SMP-SMA dulu, ada 2 tipe pernapasan kan, pernapasan dada dan pernapasan perut, nah, pada bayi, tipe napasnnya adalah pernapasan perut. Kalo perutnya digubet-gubet, diiket-iket pake gurita gitu, ugh, bisa bayangin gak, jadi susah kan napasnya&#8230;  </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alittlekid.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alittlekid.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alittlekid.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alittlekid.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alittlekid.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alittlekid.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alittlekid.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alittlekid.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alittlekid.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alittlekid.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alittlekid.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alittlekid.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alittlekid.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alittlekid.wordpress.com/155/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alittlekid.wordpress.com&amp;blog=5454840&amp;post=155&amp;subd=alittlekid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alittlekid.wordpress.com/2011/01/12/no-bedong-no-gurita-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c21033493af21105b3e63d55ddec6647?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Nisa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>No bedong no gurita</title>
		<link>http://alittlekid.wordpress.com/2011/01/12/no-bedong-no-gurita/</link>
		<comments>http://alittlekid.wordpress.com/2011/01/12/no-bedong-no-gurita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Jan 2011 02:34:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alittlekid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alittlekid.wordpress.com/?p=153</guid>
		<description><![CDATA[No bedong, no gurita! Say goodbye to the ol’ bedong and gurita! Mudah sekali mengatakannya. Tapi prakteknya mungkin agak sulit, apalagi di daerah-daerah tertentu di Indonesia dimana adat turun-temurun masih dipegang dengan sangat kuat, bahkan level evidence nya mungkin dianggap di atas 1A (di atas systematic review? Apa ada? Hahaha) oleh para pemegang kepercayaan itu. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alittlekid.wordpress.com&amp;blog=5454840&amp;post=153&amp;subd=alittlekid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>No bedong, no gurita!</p>
<p>Say goodbye to the ol’ bedong and gurita!<br />
Mudah sekali mengatakannya. Tapi prakteknya mungkin agak sulit, apalagi di daerah-daerah tertentu di Indonesia dimana adat turun-temurun masih dipegang dengan sangat kuat, bahkan level evidence nya mungkin dianggap di atas 1A (di atas systematic review? Apa ada? Hahaha) oleh para pemegang kepercayaan itu.<br />
	“belum tentu kalian nanti bisa melawan kakek atau nenek atau kakek nenek mertua. Biarpun dokter tapi tetep dianggap anaknya, tetep dianggap anak kecil. ‘kamu dulu juga tak gurita, sekarang jadi dokter,’”<br />
	Begitu kata dr. Tunjung saat kuliah Jumat, 19 November 2010 lalu.<br />
	Kekuatan kepercayaan dan adat masyarakat memang bisa agak mengerikan, meskipun terkadang hal itu di luar nalar dan jalan pikiran yang logis. Atau mungkin, kengototan orang tua dan mertua juga terkadang bisa sama mengerikannya. Entahlah, saya tidak tahu apa-apa tentang masalah itu. Baik, stop masalah adatnya. Yang mau saya bicarakan adalah alasannya, kenapa kita jangan melakukan hal itu lagi?<br />
	Satu, masalah bedong. Alasan pembedongan bayi adalah untuk menjaga kehangatan bayi. Memang betul, bayi gampang kedinginan dan kehilangan panas tubuhnya, apalagi dengan transisi suhu yang drastis dari rahim ibu yang 36-37°C ke suhu luar rahim yang sekitar 30°C. Pusat pengatur suhu tubuh di hipotalamus, pada bayi juga belum matang, jadi bayi nggak bisa ngatur suhu tubuhnya sendiri seperti orang dewasa. Plus bayi juga nggak bisa menghasilkan panas melalui shivering atau menggigil. Kalo kita kedinginan kan, kita bakal menggigil, itu adalah usaha tubuh kita untuk menghasilkan panas. Tapi bayi nggak bisa menggigil, tau-tau dingin aja. Bahaya kan. Nah tapiii, dengan pembedongan itu, gerak bayi jadi terbatas kan? Padahal, karena bayi nggak bisa menggigil tadi, salah satu usahanya untuk menghasilkan panas kan dengan menggerakkan tubuhnya. Lha kalau dibedong, dia malah jadi nggak bisa memproduksi panas dengan bergerak dong&#8230;<br />
	Itu kalau dia lagi butuh produksi panas. Sekarang, kalau kayak di daerah tropis seperti Indonesia misalnya; atau cuaca/ suhu lingkungan lagi panas-panasnya. Dengan bedong itu, bayi kan jadi kayak di”kekep”, dia malah bisa kepanasan&#8230; kasihan kan&#8230;<br />
	Belum lagi, kalau membedongnya kekencengan. Ini bisa mengubah bentuk panggul bayi, jadi ntar pas dia gede jalannya gak bagus. Ini justru kontras sekali dengan alasan pembedongan yang kedua; katanya biar kakinya nggak ”O”. Nah kalo masalah itu, itu urusannya vitamin D, bukan masalah dibedong atau enggak&#8230; jadi kalo gak mau bentuk kakinya ”O”, jangan dibedong ya, tapiii cukupilah kebutuhan vitamin D kita&#8230;<br />
	Dua, gurita! Dulu aku merasa lucu lihat gurita, talinya banyak banget, pasti ribet makenya. Ngapain coba ribet2 pake gurita begitu? Kenapa juga talinya banyak sekali? Ini juga, katanya biar hangat.<br />
	Inget pelajaran SMP-SMA dulu, ada 2 tipe pernapasan kan, pernapasan dada dan pernapasan perut, nah, pada bayi, tipe napasnnya adalah pernapasan perut. Kalo perutnya digubet-gubet, diiket-iket pake gurita gitu, ugh, bisa bayangin gak, jadi susah kan napasnya&#8230;  </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alittlekid.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alittlekid.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alittlekid.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alittlekid.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alittlekid.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alittlekid.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alittlekid.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alittlekid.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alittlekid.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alittlekid.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alittlekid.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alittlekid.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alittlekid.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alittlekid.wordpress.com/153/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alittlekid.wordpress.com&amp;blog=5454840&amp;post=153&amp;subd=alittlekid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alittlekid.wordpress.com/2011/01/12/no-bedong-no-gurita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c21033493af21105b3e63d55ddec6647?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Nisa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kata Mutiara</title>
		<link>http://alittlekid.wordpress.com/2008/11/29/kata-mutiara/</link>
		<comments>http://alittlekid.wordpress.com/2008/11/29/kata-mutiara/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2008 10:12:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alittlekid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alittlekid.wordpress.com/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[Wanita Cantik   Wanita cantik, melukis kekuatan lewat masalahnya, tersenyum saat tertekan, tertawa di saat hati sedang menangis, memberkati di saat terhina, mempesona karena memaafkan….   Wanita cantik, mengasihi tanpa pamrih dan bertambah kuat dalam doa dan pengharapan….   Ini dikirim khusus untuk setiap wanita cantik kepunyaan Allah….     dikutip dari pesan yang dikirim [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alittlekid.wordpress.com&amp;blog=5454840&amp;post=117&amp;subd=alittlekid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Wanita Cantik</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Wanita cantik, </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">melukis kekuatan lewat masalahnya,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">tersenyum saat tertekan,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">tertawa di saat hati sedang menangis,<span id="more-117"></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">memberkati di saat terhina,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">mempesona karena memaafkan….</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Wanita cantik,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">mengasihi tanpa pamrih</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">dan bertambah kuat dalam doa dan pengharapan….</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Ini dikirim khusus untuk setiap wanita cantik kepunyaan Allah….</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><em>dikutip dari pesan yang dikirim oleh salah satu adik kelas saya, yang merupakan salah satu wanita cantik kepunyaan Allah&#8230;</em></span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alittlekid.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alittlekid.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alittlekid.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alittlekid.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alittlekid.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alittlekid.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alittlekid.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alittlekid.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alittlekid.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alittlekid.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alittlekid.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alittlekid.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alittlekid.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alittlekid.wordpress.com/117/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alittlekid.wordpress.com&amp;blog=5454840&amp;post=117&amp;subd=alittlekid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alittlekid.wordpress.com/2008/11/29/kata-mutiara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c21033493af21105b3e63d55ddec6647?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Nisa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Artikel</title>
		<link>http://alittlekid.wordpress.com/2008/11/29/artikel/</link>
		<comments>http://alittlekid.wordpress.com/2008/11/29/artikel/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2008 07:29:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alittlekid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[ambiguous genitalia]]></category>
		<category><![CDATA[dsd]]></category>
		<category><![CDATA[kelamin ganda]]></category>
		<category><![CDATA[medical]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alittlekid.wordpress.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[Kelamin Ganda, Penyakit Atau Penyimpangan Gender? Selasa, 28 Oktober 2008 10:53 Prof. Dr. Sultana MH Faradz, PhD Kordinator Tim Penyesuaian Kelamin RS Dr Kariadi/ Fakultas Kedokteran Undip Apakah istilah kelamin ganda benar? Istilah kelamin ganda sering rancu dikalangan masyarakat medis maupun umum. Masyarakat umum sering berependapat sama dengan banci atau sama dengan laki-laki yang seperti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alittlekid.wordpress.com&amp;blog=5454840&amp;post=104&amp;subd=alittlekid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><strong><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Kelamin Ganda, Penyakit Atau Penyimpangan Gender?</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;text-transform:uppercase;color:#999999;font-family:Arial;" lang="IN">Selasa, 28 Oktober 2008 10:53</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:small;color:black;font-family:Arial;" lang="IN">Prof. Dr. Sultana MH Faradz, PhD</span></strong></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align:justify;margin:12pt 0;">
<div class="MsoBodyTextIndent" style="text-align:justify;margin:12pt 0;"><span style="font-size:small;color:black;font-family:Arial;" lang="IN">Kordinator Tim Penyesuaian Kelamin RS Dr Kariadi/ Fakultas Kedokteran Undip</span></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:12pt 0;"><span style="font-size:small;"><strong><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN">Apakah istilah kelamin ganda benar? </span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Istilah kelamin ganda sering rancu dikalangan masyarakat medis maupun umum. Masyarakat umum sering berependapat sama dengan banci atau sama dengan laki-laki yang seperti perempuan. Dalam dunia medis kelamin ganda sebenarnya disebut dengan <em><span style="font-family:Arial;">ambiguous genitalia</span></em> yang artinya alat kelamin meragukan, namun belakangan ini para ahli endokrin menggunakan istilah <em><span style="font-family:Arial;">Disorders of Sexual Development (</span></em>DSD). <span id="more-104"></span>Pada DSD tidak membahas <em><span style="font-family:Arial;">transexual </span></em>atau<em><span style="font-family:Arial;"> transgender</span></em> yaitu individu dengan gangguan psikologis laki-laki yang seperti wanita atau wanita seperti laki-laki dengan tanpa disertai kelainan fisik/ alat kelamin (genital). Transeksual inilah yang dimasyarakat sering dianggap banci atau homoseks.  Pembahasan pada kelamin ganda adalah penderita interseksual yaitu suatu kelainan di mana penderita memiliki ciri-ciri genetik, anatomik dan atau fisiologik meragukan antara pria dan wanita. Gejala klinik interseksual sangat bervariasi, mulai dari tampilan sebagai wanita normal sampai pria normal, kasus yang terbanyak berupa alat kelamin luar yang meragukan. Kelompok penderita ini adalah benar-benar sakit secara fisik (genitalnya) yang berpengaruh ke kondisi psikologisnya.  Penderita interseks sering disertai dengan hipospadia, yaitu kelainan yang terjadi pada saluran kencing bagian bawah didaerah penis. Saluran kencing<em><span style="font-family:Arial;"> </span></em>pada hipospadia terlalu pendek sehingga muaranya tidak mencapai ujung penis melainkan bocor dibagian tengah batang penis atau diantara kedua kantong buah zakar (scrotum). Pada keadaan berat, lubang lebar terletak di daerah perineal menyebabkan skrotum terbelah dan memberikan gambaran seperti lubang vagina terutama pada bayi baru lahir. Apabila kelainan ini disertai tidak turunnya testis ke dalam skrotum, maka dapat menimbulkan kesulitan dalam menentukan jenis kelamin bayi</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:12pt 0;"><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Jumlah penderita dengan alat  kelamin bermasalah di Semarang makin meningkat, belakangan ini jumlah penderita yang datang rata-rata 2 orang perminggu. Sejak tahun 1991 jumlah penderita yang terdaftar pada laboratorium Sitogenetika Pusat Riset Biomedik FK Undip Semarang untuk pemeriksaan kromosom (sebagai penentu jenis kelamin)  &gt; 400 orang.  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:12pt 0;"><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Fenomena ini belum tentu disebabkan oleh meningkatnya prevalensi kasus ambiguitas seksual di Semarang. Mungkin salah satu penyebabnya adalah keberhasilan operasi kelamin ganda di RS Dr. Kariadi/ Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro sehingga menggugah pasien atau keluarga dengan masalah ambiguitas seksual untuk memeriksakan diri. Keadaan ini menunjukkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat meningkat untuk memanfaatkan fasilitas medis yang ada. Namun masih memprihatinkan karena sebagian kasus ambiguitas seksual itu terlambat untuk memeriksakan diri, yaitu saat anak itu sudah berusia di atas 2 tahun bahkan sudah beranjak dewasa dengan pengasuhan gender yang tidak sesua. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:12pt 0;"><span style="font-size:small;"><strong><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN">Tim Penyesuaian Kelamin</span></strong><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:12pt 0;"><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Dengan Keputusan Men Kes RI No. 191/MENKES/SK/III/1989 tentang penunjukan rumah sakit dan tim ahli sebagai tempat dan pelaksanaan operasi penyesuaian kelamin maka pada tanggal 12 juni 1989 dibentuk Tim Pelaksana Operasi Penggantian Kelamin yang terdiri dari ahli bedah urologi, bedah plastik, ahli penyakit kandungan dan ginekologi, anestesiologi, ahli endokrinologi anak dan dewasa (internist), ahli genetika, andrologi, psikiater/psikolog; ahli patologi, ahli hukum, pemuka agama dan petugas sosial medik. Sejak tahun 2003 ada perubahan kebijakan dan nama tim yaitu dengan nama baru Tim Penyesuaian Kelamin yang hanya melakukan operasi penyesuaian kelamin untuk penderita interseksual (tidak pada penderita transeksual) yang membutuhkan penentuan jenis kelamin, perbaikan alat genital dan pengobatan.  Semua kasus yang datang akan didata, diperiksa laboratorium rutin, analisis kromosom dan DNA, pemeriksaan hormonal dan test-test lain yang dianggap perlu seperti USG , foto ronsen dll. Kegiatan tim ini adalah melaksanakan pertemuan rutin secara multidisipliner  antara seluruh anggota tim dengan penderita (yang telah selesai dengan pemeriksaan penunjang untuk penegakkan diagnosis) untuk mendiskusikan penatalaksanaan, tindakan dan pengobatan yang akan dilakukan termasuk pemberian konseling. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:12pt 0;"><span style="font-size:small;"><strong><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN">Kromosom Seks (penentu jenis kelamin) </span></strong></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:12pt 0;"><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Bagian terkecil tubuh adalah sel, di dalam sel terdapat inti sel yang mengandung kromosom berjumlah 46. Laki-laki dan wanita normal mempunyai jumlah kromosom yang sama, hanya penulisan simbolnya tidak sama yaitu 46, XY untuk laki-laki dan 46, XX untuk wanita. Simbol ini artinya laki-laki dan perempuan mempunyai jumlah kromosom 46 dengan 44 kromosom bukan penanda kelamin (autosom) dan 2 kromosom seks  (penanda kelamin) yaitu satu kromosom X dan Y pada laki-laki dan sepasang kromosom X pada wanita. Di dalam kromosom terdapat DNA yang merupakan bahan keturunan, yang akan memberikan informasi genetik dalam bentuk kumpulan molekul DNA yang disebut gen. Didalam kromosom seks terdapat gen-gen berfungsi memproduksi protein ensim/ hormon yang sesuai dengan jenis kelaminnya.  Bila gen-gen ini mengalami perubahan (mutasi) maka produksi protein akan mengalami penyimpangan. Mutasi gen dapat diidentifikasi dengan pemeriksaan DNA.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:12pt 0;"><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Pada keadaan normal, kromosom seks ditentukan oleh persatuan kromosom X dan Y dari spermatosoa dan kromosom X dari ovum pada saat konsepsi, sehingga menghasilkan 46,XY (pria) atau 46,XX (wanita). Materi genetik yang terdapat pada kromosom Y berperan penting dalam proses diferensiasi janin menjadi fenotip laki-laki. <em><span style="font-family:Arial;">Sex-determining region of the</span></em> <em><span style="font-family:Arial;">human Y chromosome </span></em>(SRY) terdapat pada lengan pendek kromosom Y, merupakan gen yang mengkode produk sangat esensial dalam perkembangan testis. Pada ketiadaan gen SRY, ovarium akan mengalami perkembangan dilanjutkan dengan terbentuknya rahim dan saluran indung telor. </span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align:justify;margin:12pt 0;"><span style="font-size:small;"><strong><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN">Aspek Genetik Ambiguitas Seksual</span></strong><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align:justify;margin:12pt 0;"><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Banyak pendapat yang menyatakan tentang penyakit-penyakit yang dikelompokkan sebagai interseksual. Pengelompokan yang biasa dipakai adalah membagi interseksual menjadi <em><span style="font-family:Arial;">male pseudohermaphroditism</span></em> (hermaprodit semu laki-laki= maskulinisasi yang tidak sempurna pada individu dengan genetik pria),<em><span style="font-family:Arial;">  female pseudohermaphroditism </span></em>(hermaprodit semu perempuan= maskulinisasi pada individu dengan genetik wanita.) dan  <em><span style="font-family:Arial;">true</span></em> <em><span style="font-family:Arial;">hermaphrodite </span></em>(hermaprodit yang sebenarnya). Interseksual juga termasuk pada kasus dengan pertumbuhan gonad yang salah<em><span style="font-family:Arial;"> </span></em>(<em><span style="font-family:Arial;">Disgenesis Gonad</span></em>) yang dapat diperiksa berdasarkan hasil analisis kromosom (kariotip) dan gambaran mikroskopis jaringan gonad (testis), gangguan pertumbuhan ini dapat berupa disgenesis gonad sebagian<em><span style="font-family:Arial;"> (partial) </span></em>atau keseluruhan <em><span style="font-family:Arial;">(complete)</span></em>. Umumnya invidu yang menderita disgenesis gonad sebagian, memiliki derajat ambiguitas genital yang bervariasi, tergantung pada jumlah jaringan testis fungsional yang ada. Kadang-kadang kita temui anak-anak yang mengalami disgenesis gonad dengan kromosom XY (laki-laki) namun memiliki struktur alat genital perempuan walaupun kurang berkembang. Pada disgenesis gonad mempunyai risiko tinggi untuk berubah menjadi ganas, sehingga sering menimbulkan dilema dalam pengobatan apakah akan mempertahankan gonad atau pengambilan gonad.</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align:justify;margin:12pt 0;"><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"> <strong><span style="font-family:Arial;">Hermaprodit semu laki-laki</span></strong><em><strong><span style="font-family:Arial;"> (Male Pseudohermaphroditism</span></strong></em> )</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align:justify;margin:12pt 0;"><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Adalah individu yang memiliki kromosom Y (kromosom laki-laki) namun organ genitalia luarnya gagal bertumbuh menjadi alat genital pria normal. Definisi ini masih terlalu luas dan didalam praktek klinik masih dikelompokkan menjadi beberapa kelainan.</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align:justify;margin:12pt 0;"><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Ada beberapa jenis cacat hormon laki-laki yang menimbulkan gejala hermaprodit semu laki-laki antara lain:  yang paling sering adalah Sindrom Resistensi Androgen atau <em><span style="font-family:Arial;">Androgen Insensitivity</span></em> <em><span style="font-family:Arial;">Syndrome </span></em>(AIS) atau <em><span style="font-family:Arial;">Testicular Feminization Syndrome</span></em> </span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:12pt 0;"><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Penyakit ini merupakan penampilan hermaprodit semu laki-laki yang paling sering dijumpai di klinik. AIS merupakan kelompok kelainan yang sangat heterogen yang disebabkan  tidak atau kurang tanggapnya reseptor androgen atau sel target terhadap rangsangan hormon testosteron. AIS diturunkan melalui jalur perempuan (ibu), perempuan adalah pembawa sifat yang menurunkan, penderita hanya pada laki-laki. Kejadian AIS dalam satu keluarga adalah hal yang sering dijumpai tetapi ternyata 1/3 kasus AIS tidak mempunyai riwayat keluarga yang positif. AIS dapat terjadi dalam bentuk <em><span style="font-family:Arial;">complete Androgen Insensitivity Syndrome</span></em> (CAIS) atau <em><span style="font-family:Arial;">incomplete/partial</span></em> <em><span style="font-family:Arial;">Androgen Insensitivity Syndrome</span></em> (PAIS).</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:12pt 0;"><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Penderita PAIS adalah laki-laki dengan kelainan alat kelamin luar yang sangat bervariasi, kadang-kadang bahkan terdapat pada beberapa pria normal yang tidak subur. Penderita PAIS mempunyai penis yang kecil yang tampak seperti pembesaran clítoris, disertai dengan hipospadia berat (jalan kencing bocor ditengah tidak melewati penis) yang membelah skrotum sehingga tampak seperti lubang vagina. Skrotum kadang tidak menggantung dengan testis umumnya berukuran normal dan terletak pada abdomen, selakangan atau sudah turun kedalam skrotum. Pada usia dewasa sering tumbuh payudara dan keluarnya jakun, walaupun tidak disertai perubahan suara</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:12pt 0;"><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Pada CAIS, penderita dengan penampilan seperti perempuan normal, dengan alat kelamin luar seperti wanita, mempunyai vagina yang lebih pendek dari normal,dan payudara akan tumbuh mulai masa prepubetas dengan hasil pemeriksaan kromosom menunjukkan 46,XY (sesuai kromosom pada laki-laki) dan kadar hormon testosteron normal atau sedikit meningkat. Pada pemeriksaan fisik dan USG akan teraba atau tampak 2 testis yang umumnya tidak berkembang dan terletak dalam rongga perut atau selakangan, tanpa struktur alat genital dalam wanita. Individu dengan CAIS sering menunjukkan gejala seperti hernia inguinalis (hernia pada selakangan), oleh karena itu pada anak perempuan prapubertas yang mengalami hernia inguinalis (benjolan pada selakangan) dan gejala tidak menstruasi sejak lahir, perlu pemeriksaan kromosom.</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align:justify;margin:12pt 0;"><span style="font-size:small;"><strong><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></strong><em><strong><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN">Female Pseudohermaphroditism</span></strong></em><em><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></em></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align:justify;margin:12pt 0;"><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Merupakan istilah yang ditujukan bagi individu yang memiliki indung telur dan kromosom 46,XX (kromosomperempuan) dengan penampakan alat kelamin bagian luar yang ambigus. Sebab-sebab paling umum dari kelainan ini adalah Congenital adrenal hyperplasia (CAH) yang menyebabkan  kekurangan/ ketidak hadiran ensim 21α-hidroksilase , 11β-hidroksilase dan 3β-hidroksilase dehidrogenase<em><span style="font-family:Arial;">. </span></em></span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align:justify;margin:12pt 0;"><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">C<em><span style="font-family:Arial;">ongenital adrenal hyperplasia </span></em>(CAH) merupakan penyebab terbesar kasus interseksual dan kelainan ini diturunkan lewat ayah dan ibu yang sebagai pembawa separo sifat menurun dan penderitanya bisa laki-laki dan perempuan yang mendapatkan kedua paroan gen abnormal tersebut dari kedua orang tuanya. </span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align:justify;margin:12pt 0;"><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Penyakit ini digolongkan menjadi tipe yang klasik dan non klasik. Tipe yang klasik ini bisa menunjukkan gejala kehilangan garam tubuh (natrium) sampai terjadi syok, sehingga sering meninggal pada bulan pertama setelah lahir, sebelum diagnosis bisa ditegakkan. Sedang yang tidak menununjukan gejala kekurangan garam bisa bertahan hidup yaitu pada wanita disertai gejala maskulinisasi dan pada laki-laki dengan gejala pubertas dini tanpa disertai gejala keraguan alat kelamin sehingga laki-laki sering tidak datang berobat. Pada pengalaman diklinik kenyataanya hampir tidak pernah tertangkap penderita laki-laki. Penderita perempuan menunjukkan gejala pembesaran kelentit (klitoris) yang mirip penis sejak lahir atau pada yang lebih ringan akan muncul setelah lahir. Anak-anak penderita CAH akan tumbuh cepat tapi kemudian pertumbuhan akan berhenti lebih awal, sehingga pada keadaan dewasa mereka akan lebih pendek dari ukuran tinggi badan normal. Pada tipe yang non klasik gejala muncul setelah 5-6 tahun  dengan maskulinisasi yang lebih ringan, pembesaran klitoris akan muncul belakangan.</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align:justify;margin:12pt 0;"><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Maskulinisasi pada penderita CAH dengan genetik wanita hanya mungkin terjadi akibat adanya hormon androgen ekstragonad (dari luar gonad) yang dapat berasal dari endogen mau pun eksogen, karena pada penderita ini tidak ditemukan testis yang merupakan penghasil utama hormon androgen. Manifestasi klinik dari hormon androgen yang berlebihan ini terbatas pada alat genital bagian luar dan derajat berat-ringannya kelainan tergantung pada tahap pertumbuhan seksual saat terjadinya paparan hormon androgen tersebut. Pada penderita kelainan ini tidak akan ditemukan organ laki-laki bagian dalam. Pada keadaan ringan sering munculnya pembesaran kelentit (menjadi seperti penis) pada wanita setelah lahir, sehingga masyarakat menganggap alat kelaminnya berubah dari wanita menjadi laki-laki. Penyakit ini bisa diobati, untuk menghindari gejala yang lebih berat pengobatan harus dilakukan sedini mungkin dan seumur hidup. Penapisan pada bayi baru lahir seharusnya dilakukan di Indonesia karena prevalensi penyakit ini cukup tinggi. </span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align:justify;margin:12pt 0;"><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Paparan hormon androgen eksogen bisa disebabkan bahan hormonal yang bersifat androgenik yang dikonsumsi ibu saat mengandung janin wanita, misalnya preparat hormonal yang mengandung progestogen, testosteron atau danazol. Berat ringannya kelainan alat genital janin tergantung dari usia kehamilan, potensi, dosis serta lama pemakaian obat. Paparan hormon androgen dan progestogen saat usia kehamilan 6-10 minggu dapat berakibat perlekatan pada bagian belakang vagina, skrotalisasi labia dan pembesaran klitoris. Kelainan organ genitalia yang disebabkan oleh paparan hormon androgen eksogen mempunyai ciri khas yaitu proses maskulinisasi tidak berjalan progresif dan tidak didapatkan kelainan biokimiawi. </span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align:justify;margin:12pt 0;"><span style="font-size:small;"><em><strong><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN">True Hermaphroditism</span></strong></em><em><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></em></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align:justify;margin:12pt 0;"><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Merupakan kelainan yang jarang dijumpai. Diagnosis <em><span style="font-family:Arial;">True Hermaphroditism</span></em> ditegakkan apabila pada pemeriksaan jaringan secara mikroskopis ditemukan gonad yang terdiri dari jaringan ovarium (perempuan)  dan testis (laki-laki). Kedua jaringan gonad tersebut masing-masing dapat terpisah tetapi lebih sering ditemukan bersatu membentuk jaringan ovotestis. Pada analisis kromosom 70% dari kasus yang dilaporkan dijumpai 46,XX, sisanya dengan 46,XY, campuran kromosom laki dan perempuan dengan kombinasi  46,XX/46,XY, 45,X/46,XY, 46,XX/47,XXY atau 46,XY/47,XXY.</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align:justify;margin:12pt 0;"><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Manifestasi klinik dan profil hormonal tergantung pada jumlah jaringan gonad yang berfungsi. Jaringan ovarium sering kali berfungsi normal namun sebagian besar infertil. Sekitar 2/3 dari total kasus <em><span style="font-family:Arial;">true hermaphrodite</span></em> dibesarkan sebagai laki-laki. Meski pun demikian alat genital luar pada penderita kelainan ini biasanya ambigu<em><span style="font-family:Arial;">s </span></em>atau predominan wanita dan disertai pertumbuhan payudara saat pubertas. Jaringan Gonad dapat ditemukan pada rongga perut, selakang atau lebih kebawah pada daerah bibir kemaluan atau skrotum. Jaringan testis atau ovotestis lebih sering tampak di sebelah kanan. Spermatozoa biasanya tidak ditemukan. Sebaliknya oosit normal biasanya ada, bahkan pada ovotestis. Jika pasien memilih jenis kelamin pria, rekontruksi genital dan pemotongan gonad selektif menjadi indikasi. Jika jenis kelamin wanita yang dipilih, tindakan bedah yang dilakukan akan menjadi lebih sederhana..<strong><span style="font-family:Arial;"> </span></strong></span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align:justify;margin:12pt 0;"><span style="font-size:small;"><strong><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN">Kesadaran tenaga medis dan pengaruh budaya di Indonesia </span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:12pt 0;"><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Kelamin ganda (interseksual) merupakan suatu penyakit yang mempengaruhi kondisi fisik dan psikologis yang masih kurang diperhatikan baik oleh tenaga medis maupun masyarakat. Dalam  menghadapi kasus-kasus demikian, peran tenaga medis yang menolong persalinan sangat penting untuk dapat melakukan penatalaksanaan yang benar terhadap penderita interseks, karena dampak sosiopsikologis yang dialami baik oleh penderita mau pun keluarganya relatif lebih berat dibandingkan dengan cacat anggota tubuhnya. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:2cm;text-align:justify;margin:12pt 0;"><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Di negara-negara yang sudah berkembang, jika terjadi kasus ketidakjelasan jenis kelamin maka bayi yang baru lahir tidak akan diizinkan pulang sebelum ada diagnosis dan penentuan jenis kelamin yang tepat yang biasanya pada langkah awal ditentukan dengan pemeriksaan kromosom. Pemeriksaan kromosom untuk menentukan jenis kelamin, apakah penderita mempunyai kromosom XY (laki-laki) atau XX (perempuan).</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align:justify;margin:12pt 0;"><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Di Indonesia tidak demikian halnya, bayi bisa segera pulang bersama ibunya dengan tanpa diagnosis yang pasti dan dengan jenis kelamin pada surat kelahiran yang ditentukan dengan perkiraan dan kompromi antara dokter dan orang tua bayi. Keputusan orang tua hanya sepihak karena anak belum bisa diajak bicara dan biasanya jenis kelamin perempuan lebih menjadi pilihan. Penentuan jenis kelamin ini merupakan bentuk ke egoisan orang tua karena hanya untuk kepentingan dirinya dalam menghadapi masyarakat kalau ditanya apa jenis kelamin puteranya tanpa mempertimbangkan akibat dimasa akan datang. Orang tua mudah menerima keputusan ini karena pihak rumah sakit/ penolong persalinan tidak memberikan informasi mengenai diagnosis yang jelas dan tindakan medis yang seharusnya segera diambil. Masalah akan muncul di kemudian hari karena ketika alat genital anak tersebut mengalami perkembangan testis mulai turun masuk kedalam skrotum dan terlihat seperti ada penis dan vagina hingga timbul keadaan yang di masyarakat disebut dengan kelamin ganda, keraguan akan jenis kelamin akan muncul baik dari pihak orang tua maupun dari sanubari anak ketika menjadi dewasa. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik dan laboratorium jenis kelamin anak bisa ditentukan dan mungkin akan berbeda dengan jenis kelamin pilihan orang tuanya. </span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align:justify;margin:12pt 0;"><span style="font-size:small;"><strong><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN">Hambatan dan penanggulangan</span></strong><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align:justify;margin:12pt 0;"><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Penyebab penyakit interseks sangat kompleks, terbanyak oleh karena kelainan genetik, namun pengaruh lingkungan terutama penggunaan obat-obat hormonal pada masa kehamilan merupakan salah satu yang diduga.  Paparan pada masa kehamilan yang mengakibatkan ambiguitas seksual pada bayi perempuan dengan kromosom 46,XX semestinya dipertimbangan dengan hati-hati pada ibu hamil, pemakaian obat hormonal yang tidak terlalu perlu seharusnya dihindari.</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:12pt 0;"><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Hambatan pada penanganan penyakit ini adalah sarana penunjang diagnosis yang masih minimal dan mahal, pengetahuan dan kesadaran yang kurang dari masyarakat dan tenaga medis baik dokter, penolong persalinan maupun perawat kesehatan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">            Pencegahan dapat dilakukan dengan konseling genetika untuk penyakit yang menurun, penggunaan obat dan lingkungan yang aman pada awal kehamilan. Penanganan seharusnya dilakukan sedini mungkin saat bayi baru lahir dengan secara multidisiplin. Bayi baru lahir dengan kelainan alat kelamin harus ditentukan jenis kelaminnya agar tidak terjadi salah pengasuhan dan gangguan psikologis dikemudian hari. Surat keterangan kelahiran semestinya dibuat setelah jenis kelamin dapat ditentukan.  Tindakan operasi harus dilakukan dengan pertimbangan yang sangat hati-hati atau bahkan penundaan sampai anak mencapai usia dewasa. Penentuan jenis kelamin dan tindakan operasi koreksi tidak hanya ditentukan secara sepihak oleh orang tua saja.  Untuk menghindari masalah medikolegal maka perlunya penyusunan standard baku nasional untuk penanganan kelamin ganda yang diatur oleh Departemen Kesehatan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Dikutip dari </span><a href="http://www.fk.undip.ac.id/"><span style="font-size:small;color:#800080;">www.fk.undip.ac.id</span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alittlekid.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alittlekid.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alittlekid.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alittlekid.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alittlekid.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alittlekid.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alittlekid.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alittlekid.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alittlekid.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alittlekid.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alittlekid.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alittlekid.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alittlekid.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alittlekid.wordpress.com/104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alittlekid.wordpress.com&amp;blog=5454840&amp;post=104&amp;subd=alittlekid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alittlekid.wordpress.com/2008/11/29/artikel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c21033493af21105b3e63d55ddec6647?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Nisa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puisi</title>
		<link>http://alittlekid.wordpress.com/2008/11/28/puisi-4/</link>
		<comments>http://alittlekid.wordpress.com/2008/11/28/puisi-4/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2008 08:20:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alittlekid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alittlekid.wordpress.com/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[Aku Ingin Membunuhku   Kau tahu?       Aku ingin membunuhku             Atas kebodohanku padaku             Atas kesia-siaanku padaku Tapi sayang,       aku tak mampu             Aku ingin mencincangku             Atas ketaksetiaanku padaku             Atas keangkuhanku padaku Namun,       aku terlalu pengecut untuk itu             Aku ingin,       benar-benar ingin,       hingga jika kau, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alittlekid.wordpress.com&amp;blog=5454840&amp;post=95&amp;subd=alittlekid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;" lang="IN">Aku Ingin Membunuhku</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Kau tahu?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span>      </span>Aku ingin membunuhku</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span>            </span>Atas kebodohanku padaku</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span>            </span>Atas kesia-siaanku padaku<span id="more-95"></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Tapi sayang,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span>      </span>aku tak mampu</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span>      </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span>      </span>Aku ingin mencincangku</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span>            </span>Atas ketaksetiaanku padaku</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span>            </span>Atas keangkuhanku padaku</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Namun,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span>      </span>aku terlalu pengecut untuk itu</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span>      </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span>      </span>Aku ingin,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span>      </span>benar-benar ingin, </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span>      </span>hingga jika kau, ia</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span>      </span>atau mereka semua</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span>      </span>yang membantaiku lebih dulu</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span>            </span>Aku akan menyayatku setelah itu</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span>            </span>Selayaknya mayat yang paling jasad</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span>      </span>sampai hilang,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span>      </span>hilang,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span>      </span>menguap mengasap</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span>      </span>dihirup ratu angin barat</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span>      </span>yang terbang,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span>      </span>mengepakkan kebusukanku</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span>      </span>Semuanya atasku</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Kau tahu?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span>      </span>Pada akhirnya,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span>      </span>aku pun</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span>            </span>tak tahu-menahu</span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alittlekid.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alittlekid.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alittlekid.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alittlekid.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alittlekid.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alittlekid.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alittlekid.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alittlekid.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alittlekid.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alittlekid.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alittlekid.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alittlekid.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alittlekid.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alittlekid.wordpress.com/95/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alittlekid.wordpress.com&amp;blog=5454840&amp;post=95&amp;subd=alittlekid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alittlekid.wordpress.com/2008/11/28/puisi-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c21033493af21105b3e63d55ddec6647?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Nisa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puisi</title>
		<link>http://alittlekid.wordpress.com/2008/11/28/puisi-3/</link>
		<comments>http://alittlekid.wordpress.com/2008/11/28/puisi-3/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2008 08:10:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alittlekid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alittlekid.wordpress.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Arah Hilang   Kepak yang patah      lalu            tapak langkah berkeliaran di taman batu            hai, batu kecil            hai, batu besar                 apa kau menemukan sayap peri?                       yang berkelip layaknya bintang di langit                 ataukah kau melihat jejakku yang hilang?                       yang menghitam                                                     seperti sang malam yang kelam terbang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alittlekid.wordpress.com&amp;blog=5454840&amp;post=93&amp;subd=alittlekid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;" lang="IN">Arah Hilang</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Kepak yang patah</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span>     </span>lalu</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span>           </span>tapak langkah</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">berkeliaran di taman batu</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span>           </span>hai, batu kecil</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span>           </span>hai, batu besar</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span>                </span>apa kau menemukan sayap peri?<span id="more-93"></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span>                      </span>yang berkelip layaknya bintang di langit</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span>                </span>ataukah kau melihat jejakku yang hilang?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span>                      </span>yang menghitam</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span>     </span><span>                                           </span><span>    </span>seperti sang malam yang kelam</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">terbang</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">mengepak</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">tapak</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">menjejak</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span>     </span>lalu&#8230;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span>           </span>BRUK!</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span>     </span>terjatuh di taman batu</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span>     </span>halo, batu-batu</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span>     </span>hatiku pun seperti kalian</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span>           </span>keras</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span>                </span>kejam layaknya karang</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">tapi Cacing bahkan lebih kuat dariku sekarang!</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">kumohon, kerikil mungil</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span>           </span>di mana kepakku?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span>           </span>kemana jejakku? </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alittlekid.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alittlekid.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alittlekid.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alittlekid.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alittlekid.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alittlekid.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alittlekid.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alittlekid.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alittlekid.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alittlekid.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alittlekid.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alittlekid.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alittlekid.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alittlekid.wordpress.com/93/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alittlekid.wordpress.com&amp;blog=5454840&amp;post=93&amp;subd=alittlekid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alittlekid.wordpress.com/2008/11/28/puisi-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c21033493af21105b3e63d55ddec6647?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Nisa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerpen</title>
		<link>http://alittlekid.wordpress.com/2008/11/25/cerpen/</link>
		<comments>http://alittlekid.wordpress.com/2008/11/25/cerpen/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2008 10:59:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alittlekid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alittlekid.wordpress.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Luka Venus   Luka itu selalu ada Menusuk retina Memutus aorta Ia begitu cantik. Begitu lembut, begitu anggun, tetapi seolah tak tersentuh. Bak patung kristal yang indah, sekaligus rapuh. Seperti saat Cinderella datang ke pesta Sang Pangeran, gadis itu pun langsung menarik perhatian sejak pertama kali ia memasuki gerbang sekolah Dhyta. Masih tercetak jelas dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alittlekid.wordpress.com&amp;blog=5454840&amp;post=65&amp;subd=alittlekid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;font-family:Arial;" lang="IN">Luka Venus</span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"> </p>
<p style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-size:small;color:black;font-family:Arial;" lang="IN">Luka itu selalu ada</span></em></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-size:small;color:black;font-family:Arial;" lang="IN">Menusuk retina</span></em></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-size:small;color:black;font-family:Arial;" lang="IN">Memutus aorta</span></em></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Ia begitu cantik. Begitu lembut, begitu anggun, tetapi seolah tak tersentuh. Bak patung kristal yang indah, sekaligus rapuh. Seperti saat Cinderella datang ke pesta Sang Pangeran, gadis itu pun langsung menarik perhatian sejak pertama kali ia memasuki gerbang sekolah Dhyta. Masih tercetak jelas dalam benak Dhyta, ketika gadis kristal itu memperkenalkan dirinya.</span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Nama saya Maharani Venus Lazuardi. <span id="more-65"></span>Kalian bisa memanggil saya Rani. Saya pindahan dari Kalimantan. Salam kenal.”</span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Kelas yang biasanya selalu mendapat teguran dari para guru karena hampir tidak pernah tidak ramai itu, hening. Seolah ada yang menekan tombol <em><span style="font-family:Arial;">mute</span></em>. Semua murid di kelas itu, terutama kaum Adam, seperti tersihir oleh gadis di depan mereka, yang mereka sebut “gadis yang dikaruniai setitik cahaya bidadari”.</span></span><br />
<span style="font-size:small;"><em><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN">Mungkin, dia emang bidadari nyasar kali ya&#8230;? </span></em><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN">pikir Dhyta.</span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Bagaimana tidak? Rambut hitamnya yang berkilau layaknya kaca menjuntai panjang hingga punggung. Bibir tipisnya merona seperti buah ceri yang hendak matang. Ia tinggi semampai, membuat Bu Bekti yang berdiri di sebelahnya terlihat seperti kurcaci. Namun yang paling mencuri perhatian Dhyta adalah matanya. Kedua mata itu indah, lebar dan sayu, tetapi entah mengapa misterius. Dhyta merasa ada cahaya dari mata itu, yang dahulu pernah mengangatkan orang-orang di sekelilingnya, tetapi sekarang telah terselimuti oleh kabut kelam yang menggantung, menghalangi setiap orang yang berusaha melihat lebih dalam. </span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Bu Bekti lalu mempersilakan Rani duduk di bangku di seberang Dhyta.</span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Hai, aku Dhyta. Salam kenal,” senyum Dhyta sambil mengulurkan tangannya.</span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Rani terdiam sesaat. Ia membalas jabatan tangan Dhyta sekadarnya dan menjawab pendek, “Rani,” lalu memandang lurus ke depan lagi.</span></span><br />
<em><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Cewek ini dari kutub utara, ya&#8230;? Dingin amat, </span></span></em><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Dhyta membatin. <em><span style="font-family:Arial;">Tapi ya udah lah&#8230; nanti juga esnya cair&#8230;.</span></em></span><em><span style="font-size:small;"> </span></em></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">* * *</span></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-size:small;color:black;font-family:Arial;" lang="IN">Luka itu masih menganga</span></em></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-size:small;color:black;font-family:Arial;" lang="IN">Mengancam beta</span></em></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-size:small;color:black;font-family:Arial;" lang="IN">Memojokkan ke tebing tak terpeta</span></em></p>
<p><span style="font-size:small;"><em><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN">Esnya kok belum cair juga, ya? Padahal Jakarta kan panas banget! Segede apa sih esnya? Jangan-jangan, dia bener-bener dari kutub utara&#8230;. Eh, tapi sekarang kan ozon juga udah berlubang. Es di kutub aja mencair&#8230;. Wuih, hebat juga es yang ini, ya! Oh iya, dia kan Venus&#8230; Hah? Berarti alien dong&#8230;?</span></em></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Hoi! Ngelamun aja!”</span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Dhyta tersentak. Kaget. Ada yang menjitak kepalanya. Segera ia buang jauh-jauh pikiran-pikiran konyolnya tadi. Ia berbalik.</span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Ah, Rino&#8230;! Rese, lo! Kaget, tau nggak?!”</span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Rino hanya tertawa.</span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Makanya, Non&#8230; jangan ngelamun! Ntar kalo kesambet baru tau rasa lo! Mending ke kantin. Gue laper nih!”</span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Dhyta diam saja di kursinya, manyun. Ia membetulkan kuncir ekor kudanya yang miring gara-gara jitakan sepupunya yang usil tadi. </span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Sudah hampir sebulan sejak Rani pindah ke sekolah ini, dan masih belum ada satu anak pun yang bisa dekat dengannya. Jangankan dekat, sekedar ingin mengenal sedikit lebih jauh pun seolah menjadi sesuatu yang terbang mengangkasa dan tak tergapai. Bukannya tak ada yang mau berteman dengannya, justru sebaliknya. Namun setiap kali ada yang ingin mencoba mengakrabkan diri, Rani lansung menjelma menjadi patung kristal yang dingin dan benar-benar tak tersentuh. Bak ada bongkahan es besar di hatinya yang membeku. Dhyta yakin, es itu bukannya tidak bisa mencair, hanya belum mau mencair dan belum diizinkan mencair oleh pemiliknya. <em><span style="font-family:Arial;">Tapi kenapa?</span></em> Dhyta belum tahu jawabannya. <em><span style="font-family:Arial;">Aku harus cari tahu</span></em>, tekadnya.</span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Dhyta menoleh ke arah Rino. </span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Ng&#8230; nggak, ah No, lagi males nih&#8230;! Lo sendiri aja sana! Jangan lupa beliin gue brownies, ya. Makasih!” ucapnya sambil mendorong Rino keluar kelas.</span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Rino menggerutu, tetapi ia memilih menurut saja, daripada dibuat benjol oleh kakak sepupunya yang sudah memegang sabuk coklat itu. Lagipula, ia sudah mulai mendengar lagu keroncong dan tarian ribut usus-ususnya yang berdemonstrasi, merengek minta diisi.</span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Dhyta tersenyum geli sendiri, lalu berbalik. Ia mendekati Rani yang selalu betah di kelas meski bel istirahat bernyanyi nyaring. Rupanya Rani sedang menulis puisi. Selama di kelas ini, kertas dan pensilnya itulah yang menjadi sahabat setianya.</span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Hai, Venus!”</span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Wajah Rani menegang. Goresan pensilnya terhenti seketika. Dhyta yang sedang asyik memperhatikan puisi-puisi Rani tidak menyadari perubahan air muka Rani. </span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Kok berhenti, Ve? Lanjutin dong, kayaknya puisi-puisi kamu bagus&#8230;”</span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Rani berdiri dari bangkunya. Dhyta mendongak. Rahang Rani mengeras. Semua kelembutannya sirna entah ke mana. Seolah-olah ia akan meledak. Namun kemudian matanya berkaca-kaca.</span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Jangan pernah panggil aku Venus lagi!”</span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Lalu ia berlari keluar. Menangis.</span></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">* * *</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Ta, tadi siang Rani lo apain sih? Kok dia bisa nyampe nangis gitu?”</span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Dhyta mengalihkan pandangannya dari <em><span style="font-family:Arial;">game Age of Empire </span></em>yang sedang ia mainkan di <em><span style="font-family:Arial;">notebook</span></em>-nya, menyandarkan kepalanya yang penat pada kursi puf di kamarnya yang nyaman, memberi sedikit pijatan kecil pada matanya yang pegal, lalu berpikir sebentar. Tadi siang, Rino memang masuk ke kelas bertepatan dengan saat Rani berlari keluar dari kelas dengan berurai air mata. Rino pun sudah mengajukan pertanyaan yang sama sebelumnya, tetapi hanya mendapat jawaban berupa kedikan bahu Dhyta. Kali ini, lagi-lagi Dhyta hanya mengedikkan bahu.</span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Elo gimana sih? Dari tadi gue tanya lo cuma angkat bahu mulu. Jawab dong, Non&#8230;!”</span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Dhyta cemberut. “Emang gue nggak ngerti! Maksa amat sih lo?”</span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Dhyta memang sungguh tak mengerti. Yang ia lakukan hanyalah melihat-lihat puisi buatan Rani. Tapi Dhyta tahu pasti, bukan itu penyebabnya. Terngiang lagi di telinganya kata-kata yang terlontar dari bibir Rani tadi siang, <em><span style="font-family:Arial;">“Jangan pernah panggil aku Venus lagi!”</span></em> </span></span><br />
<span style="font-size:small;"><em><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN">Masa dia marah cuma gara-gara gue panggil dia Venus, sih?Venus kan nama dia juga. Apa salahnya?</span></em></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Terbayang kembali oleh Dhyta, mata kejoranya yang indah dan terselimut kabut kelam itu terlihat begitu dalam dan terluka&#8230; terluka oleh goresan yang teramat tajam. Tiba-tiba sesuatu terlintas di kepala Dhyta. Puisi-puisi Rani, semuanya tentang luka dan kesedihan. Ia mengingat salah satu baitnya.</span></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-size:small;color:black;font-family:Arial;" lang="IN">Aku manusia luka</span></em></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-size:small;color:black;font-family:Arial;" lang="IN">Menguntai derita</span></em></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-size:small;color:black;font-family:Arial;" lang="IN">Tak henti pinta dan coba</span></em></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:small;color:black;font-family:Arial;" lang="IN">‘<em><span style="font-family:Arial;">Tuk terbebas dari duka</span></em></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-size:small;color:black;font-family:Arial;" lang="IN">Tapi sakit itu terus menghampiri</span></em></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-size:small;color:black;font-family:Arial;" lang="IN">Mengejarku hingga aku serasa mati</span></em></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-size:small;color:black;font-family:Arial;" lang="IN">Beku sendiri di ruang hampa sepi</span></em></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“No, si Venus itu dari Kalimantan, ‘kan? Kalimantan mana sih?”</span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Venus siapa?”</span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Maharani Venus Lazuardi, lah! Siapa lagi?”</span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Oh, ng&#8230; mana ya? Nggak tau gue. Rani juga nggak pernah cerita, mana gue tau,” ujar Rino, menggelengkan kepala. </span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Dhyta termenung.</span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Eh, iya, Ta.”</span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Hah, apa?”</span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Ngomong-ngomong, kenapa sih elo manggil dia ‘Venus’? Dia sendiri ‘kan, yang bilang nama panggilannya Rani?”</span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Ng&#8230; emang iya, sih. Tadinya gue juga manggil dia Rani. Tapi nggak tau kenapa gue ngerasa panggilan ‘Venus’ itu lebih cocok buat dia. Soalnya, ng&#8230; kenapa ya? Dia itu beda, kayak Venus!”</span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Hah? Maksud lo?”</span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Gini, kalo lo lihat langit malam, bintang yang paling terang kan bintang kejora, padahal itu bukan bintang, tapi planet!”</span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Ng&#8230; gue masih belum paham&#8230;”</span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Rani itu kayak Venus. Dia itu beda. Dia bukan bintang, tapi dia yang paling terang. Dia bukan siswa asli sini, tapi dia yang paling menarik perhatian. Dia juga beda sama temen-temen kita yang lain. Dia mungkin bukan bidadari, tapi dia punya kecantikan, kelembutan, keanggunan mereka. Gue ngerasa dia kayak patung kristal yang terkurung di dalam kastil es sampai hatinya beku, begitu bekunya sampai Venus, planet yang panas banget aja jadi dingin. Dan entah kenapa, di balik sikap dingin dia, gue yakin Venus sebenarnya juga punya hati sebaik bidadari&#8230;.”</span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Oh, gitu ya&#8230;.” Rino manggut-manggut. </span></span><br />
<span style="font-size:small;"><em><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN">Dan</span></em><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN">, tambah Dhyta dalam hati, <em><span style="font-family:Arial;">gue juga yakin, pasti ada sesuatu di masa lalu dia yang bikin dia jadi dingin banget kayak sekarang</span></em>.</span></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">* * *</span></span></p>
<p><span style="font-size:small;"><em><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN">Sambas, Kalimantan Barat, setahun yang lalu</span></em></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Venus!”</span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Ah, Lani?!”</span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Ve, kerusuhan udah nyebar ke sini, kita harus cepet! Aku nggak tau udah berapa banyak yang jadi korban di sini&#8230;”</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Oh! Oke, kamu duluan aja, aku panggil keluarga aku dulu&#8230;. Keluarga kamu gimana?”</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Udah mau berangkat&#8230;. Makanya, cepet!”</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Oke, kamu duluan aja, ntar aku nyusul!” seru Venus sembari segera beranjak. </span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Cepet, Ve—”</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">DOR!</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Venus terperanjat. Refleks, ia berbalik. Dilihatnya Lani berdiri kaku, matanya terbelalak, syok melihat dirinya sendiri yang bersimbah darah. </span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“LANI&#8230;!!!”</span></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">* * *</span></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-size:11pt;color:black;font-family:Arial;" lang="IN">Luka itu terkuak lagi</span></em></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-size:11pt;color:black;font-family:Arial;" lang="IN">Seperti panah menghunjami</span></em></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-size:11pt;color:black;font-family:Arial;" lang="IN">Tiada henti menyakiti</span></em></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Hari ini, Bu Bekti memberi mereka tugas kelompok untuk membuat presentasi mengenai konflik-konflik yang terjadi di Indonesia pada masa Reformasi. Entah kebetulan entah tidak, Dhyta, Rani, dan Rino berada dalam kelompok yang sama. Entah bagaimana pula, takdir menuntun tangan Dhyta, yang bertugas mengambil undian tema presentasi, pada gulungan kertas yang bertuliskan “Konflik di Kalimantan Tengah”.</span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Wajah Rani pias seketika begitu mengetahui tema presentasi mereka.</span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Aku nggak mau. Ganti temanya.”</span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Nggak boleh ganti, Ran&#8230;” kata Rino.</span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Aku nggak peduli. Pokoknya aku mau ganti.”</span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Nggak boleh&#8230;”</span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Kalo gitu aku mau pindah kelompok.”</span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Nggak boleh juga&#8230;. Emang kenapa sih? Bukannya malah lebih enak, ya? Kamu kan dari Kalimantan, presentasi kita bisa lebih lengkap&#8230;.” tambah Dhyta.</span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Mata Rani mulai berkaca-kaca, tapi rahangnya pun mengeras. Di dalam hatinya, ia tahu, tak ada yang bisa ia lakukan. Ia harus menerimanya, meski ia tahu itu akan membuat lukanya terbuka kembali.</span></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">* * *</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Dhyta memencet bel rumah bergaya minimalis yang asri itu. Sekali. Tak ada yang membukakan pintu. Dua kali. Tak ada juga. Dhyta dan Rino mulai berpikir tak ada orang di rumah. </span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Eh, beneran ini rumahnya?”</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Iya, bener kok, ini rumahnya&#8230;”</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Dhyta lalu memencet bel rumah itu lagi. Mulai terdengar langkah-langkah kaki menuju pintu depan, dan Rani muncul dari balik pintu.</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Hai, Venus!” Dhyta menyapa riang.</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Wajah Rani mengeras. </span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Ngapain kalian ke sini?”</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Ngerjain tugas sejarah, dong. Presentasi tentang konflik itu, inget, ‘kan?”</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Kenapa di rumahku? Kenapa nggak di rumah kamu aja?”</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Alah&#8230; udah, lah, kita kan udah nyampe sini, Ve&#8230; Masa kamu mau ngusir tamu sih? Nggak sopan, lho&#8230;”</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Tapi—“ </span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Lho, Rani, ada tamu? Kenapa nggak disuruh masuk?”</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Terlihat seorang wanita setengah baya mendekat. <em><span style="font-family:Arial;">Mungkin Mamanya Venus</span></em>, batin Dhyta.</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Sore, Tante,” sapa Dhyta dan Rino berbarengan.</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Wah, temen-temennya Rani, ya? Ayo, silakan masuk&#8230;”</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Makasih, Tante&#8230;. Permisi&#8230;.”</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Ada apa nih, kok ke sini?”</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Tugas presentasi kelompok, Tante. Tentang konflik di Kalimantan Tengah,” jawab Rino.</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Wajah ibu Rani tampak terkejut, tapi lalu cerah kembali. Ia lalu mengajak Dhyta dan Rino ke ruang tengah, dan menyuruh Rani membuatkan minuman.</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Tante, Venus itu orangnya sebenernya gimana, sih?” tanya Dhyta setelah mereka semua duduk di sofa yang nyaman.</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Ibu Rani sekali lagi tampak terkejut. Rino mencubit lengan Dhyta.</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Aduh!”</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Lo ngapain sih? Kita ke sini kan mau nggarap tugas, bukan mau ngorek informasi dari mamanya Rani!” bisik Rino, matanya melotot. “Ng, maaf, Tante.”</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Ibu Rani tersenyum maklum. </span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Nggak apa-apa kok, Nak—”</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Dhyta, Tante.”</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Saya Rino.”</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Iya, nggak apa-apa, Dhyta, Rino. Oya, Dhyta, kenapa kamu panggil dia Venus?”</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Iya, Tante. Soalnya dia kayak Venus, dia beda! Bukan bintang, tapi paling terang. Bukan bidadari, tapi cantik kayak bidadari! Dia itu beda sama semua temen-temen kita selama ini. Anak seumuran kita sekarang biasanya suka hura-hura mulu, tapi Venus beda, dia pendiam, kalo istirahat juga hobi banget ndekem di kelas, nulis puisi. Puisinya juga kayaknya keren, deh, Tante. Tapi, di kelas, Venus dingin banget, Tante&#8230;. Tapi Dhyta yakin, sebenernya Venus pasti baik banget!”</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Ibu Rani tertegun. <em><span style="font-family:Arial;">Sama,</span></em> bisiknya dalam hati. <em><span style="font-family:Arial;">Sama persis</span></em>.</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Iya, dia dulu anak yang supel dan ramah sekali. Tapi, sejak&#8230;”</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Sejak apa, Tante?” Rino mulai penasaran.</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Rani pasti protes waktu dapat tema presentasi ini. Iya, ‘kan?”</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Lho, kok Tante tahu?” Rino balas bertanya.</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Kalian pasti tahu, kami pindah ke sini karena Ayah Rani dipindahtugaskan dari Kalimantan. Tepatnya, Kalimantan Barat. Dulu kami tinggal di Sambas. Kalian pasti tahu konflik di Sampit tahun lalu, kan?”</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Dhyta dan Rino mengangguk.</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Konflik paling parah memang terjadi di Sampit. Tapi daerah-daerah lain bukannya bebas dari konflik. Kerusuhan juga menyebar sampai Sambas. Hari itu, saat kerusuhan di Sambas mulai parah, kami hendak mengungsi. Tapi Lani, sahabat Rani di Sambas dulu, tertembak saat menjemput kami&#8230;. Sejak itu, Rani mengalami trauma yang cukup hebat karena melihat Lani tertembak dan meninggal di depan matanya sendiri,” ibu Rani mengusap tetes air mata yang mulai mengalir. </span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Karena itulah, Rani jadi dingin. Dia jadi sangat tertutup dan pendiam. Padahal, sebelumnya dia sangat ramah. Karena trauma Lani meninggal, dia juga jadi sulit untuk bersahabat dan berteman lagi&#8230;. Tante dan suami Tante sudah mencoba berkonsultasi dengan beberapa psikolog dan psikiater untuk menerapi Rani, tetapi dia masih tetap tertutup, sampai akhirnya dia nggak mau ikut terapi lagi.”</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Dhyta dan Rino terdiam. Mereka tak menyangka Rani mengalami trauma yang cukup hebat di balik sikap dinginnya itu. Rupanya ia memutuskan untuk membekukan hatinya sebagai benteng bagi dirinya sendiri. Ia takut terluka lagi. Takut harus mengalami kehilangan yang sama.</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Satu lagi,” ibu Rani memandang mata Dhyta dalam-dalam, “cuma Lani yang memanggil Rani dengan sebutan ‘Venus’, dengan alasan yang sama, nyaris sama seperti alasan kamu memanggil dia Venus,” katanya, membuat Dhyta makin tenggelam dalam ketertegunannya. </span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Tanpa mereka sadari, di balik dinding, Maharani Venus Lazuardi mendengar setiap kata yang terucap di ruang itu. Cahaya dari mata kejoranya terlihat redup, kabut itu seakan tak mau terangkat. Perlahan-lahan, butir-butir mutiara bening mulai teruntai dari sudut-sudutnya.</span></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">* * *</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Ntar pulang sekolah kita jalan-jalan, yuk! Bertiga. Gue, elo, Rino.”</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Nggak.”</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Ayolah&#8230;.”</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Aku belum izin sama Mama.”</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Udah, kok.”</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Rani menoleh, terkejut.</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Gue udah mintain izin ke Mama lo kemaren.”</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Kamu nggak berhak, Ta!”</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Tapi Mama lo udah ngizinin. Lo harus ikut kita, soalnya hari ini sopir elo nggak jemput, gue sengaja pesen sama Mama lo kemarin.”</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Rani makin geram.</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Nggak pa-pa, Ta?” bisik Rino.</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Nggak pa-pa apanya?”</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Kita bawa Rani.”</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Nggak pa-pa, ini buat kebaikan dia sendiri. Kita harus coba cairin es di hati dia. Masa dia mau gini terus sih?”</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Terserah elo deh, Ta.”</span></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">* * *</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Kenapa kamu bawa aku ke sini?”</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Dhyta tak menjawab pertanyaan Rani. Ia justru mengamati sekeliling taman yang asri itu, dengan pepohonan hijau di sana sini dan bunga warna-warni. </span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Lihat, tempat ini keren, kan? Paru-paru Jakarta di tengah polusi. Gue sering main ke sini, sama Mama-Papa, sama kakak cowok gue. Kadang, sama Rino juga, sama Om dan Tante. Asyik banget.”</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Rino ikut tersenyum bersama Dhyta, mengenang memori indah masa lalu.</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Terus? Maksud kamu apa?” tanya Rani.</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Kamu pasti tahu kerusuhan Mei 1998, kan? Seluruh Jakarta bergolak. Di mana-mana rusuh. Korban meninggal nggak keitung banyaknya, belum lagi pelanggaran HAM. Gara-gara itu, gue jadi berhenti main ke sini.”</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Kenapa?”</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Keluarga gue jadi korban kerusuhan. Mama, Papa, Kak Rama. Semuanya meninggal. Gue sendirian. Makanya, dari dua tahun lalu sampai sekarang gue tinggal sama Om, Tante, dan Rino.”</span></span></p>
<p><span style="font-size:small;"><em><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN">Keluarganya meninggal?</span></em><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"> batin Rani.</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Mama lo udah cerita semuanya ke gue, tentang gimana sahabat lo meninggal di pangkuan lo sendiri, sampai akhirnya elo trauma dan jadi dingin kayak sekarang. Lo harus berubah Ve, balik lagi jadi Venus yang dulu.”</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Itu nggak gampang, Ta&#8230;! Kamu pikir—” </span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Gue tau, Ve, gue juga dulu sempet trauma, sama kayak elo. Gue nggak mau main ke sini lagi, karena itu bakal ngingetin gue ke mereka. Gue sempet syok dan nggak mau ngomong sampai hampir sebulan gara-gara trauma gue lihat Mama diseret-seret, dibawa entah kemana, sementara gue cuma sembunyi di balik semak dan nggak bisa ngelakuin apa-apa. Gue terlalu takut. Tapi Om sama Tante bawa gue ke psikiater, gue ikut terapi. Gue sadar, mereka nggak bakal balik lagi, dan itu bukan salah gue. Itu di luar kendali gue. <em><span style="font-family:Arial;">I learnt to let it go, life must go on</span></em>, gue sadar itu. Keluarga gue pasti sedih kalau tahu gue kayak gitu. Mama-Papa dan Kak Rama pasti pingin gue tegar dan kuat. Jadi walaupun masih sedih, gue berusaha tegar. Sampai akhirnya gue bisa ngatasin trauma itu dan, yah, lo lihat sendiri, gue bisa terusin hidup gue, gue bisa komunikasi lagi sama orang-orang, nggak pake mogok ngomong lagi.”</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Rani tertegun. <em><span style="font-family:Arial;">Cewek ini, </span></em>pikirnya, <em><span style="font-family:Arial;">dia sama kayak aku. Malahan, beban dan luka dia lebih berat. Tapi, dia kuat sekali. Sedangkan aku&#8230;.</span></em></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Kita bawa lo ke sini cuma mau kasih tau lo itu. Lo harus terus. Lani pasti sedih kalo tahu elo kayak gini, Ve. Mama-Papa lo juga. Mereka pasti mau elo tegar dan lanjutin hidup lo, punya temen baru, sahabat baru. Balik jadi Venus yang dulu lagi, yang katanya ramah, bukannya jadi dingin dan tertutup gini&#8230;” </span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Iya, Ran, kamu pasti bisa. Tuhan nggak bakalan ngasih kamu cobaan ini kalo kamu nggak kuat. Jadi, kamu pasti mampu ngatasin trauma ini. Kamu harus berusaha, ikut terapi lagi,” tambah Rino.</span></span></p>
<p><span style="font-size:small;"><em><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN">Apa iya, Lan? </span></em><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN">Rani berbisik dalam hati, <em><span style="font-family:Arial;">apa itu yang kamu mau?</span></em></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Bulir-bulir kristal bening mulai menetes dari mata kejora yang indah itu. Kabutnya mulai terangkat oleh secercah tirai cahaya harapan yang berada di depannya. Ia tahu, ia harus kuat. Pasti sulit, tapi ia harus mencoba. <em><span style="font-family:Arial;">Mungkin bisa dimulai dengan mereka berdua</span></em>.</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Oh, iya.”</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Ya?”</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Gue mungkin bukan Lani, tapi gue tetep boleh panggil elo Venus, ‘kan?”</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Rani berpikir sebentar. <em><span style="font-family:Arial;">Mengapa tidak? </span></em>pikirnya. Ia mengangguk, dan tersenyum. Baru kali ini Dhyta dan Rino melihat senyum semanis itu. Senyum itu seperti mutiara yang teruntai dari bibir bidadari melalui pelangi. Senyum yang begitu tulus, memancarkan harapan. Kabut di matanya yang telah menyelimuti selama setahun itu, mulai terangkat. Cahaya kejora yang sempat redup, menunjukkan harapan akan bersinar kembali. Kembali menjadi Venus yang paling terang, meski ia bukan bintang.</span></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">* * *</span></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-size:small;color:black;font-family:Arial;" lang="IN">Luka itu memang masih ada</span></em></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-size:small;color:black;font-family:Arial;" lang="IN">Luka itu memang telah memutus aorta</span></em></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-size:small;color:black;font-family:Arial;" lang="IN">Dan membutakan retina</span></em></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-size:small;color:black;font-family:Arial;" lang="IN">Tapi cahaya telah kembali</span></em></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-size:small;color:black;font-family:Arial;" lang="IN">Mencabut panah yang selama ini menghunjami</span></em></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-size:small;color:black;font-family:Arial;" lang="IN">Membuang derita yang selama ini menyakiti</span></em></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-size:small;color:black;font-family:Arial;" lang="IN">Aku bukan lagi manusia luka</span></em></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-size:small;color:black;font-family:Arial;" lang="IN">Aku kan menjadi Kejora</span></em></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-size:small;color:black;font-family:Arial;" lang="IN">Berusaha menerangi segala,</span></em></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-size:small;color:black;font-family:Arial;" lang="IN">meski aku bukan bintang</span></em></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Tegal, 25 November 2008</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Annisa Luthfiya Imani</span></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">XII.IPA.1/03</span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alittlekid.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alittlekid.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alittlekid.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alittlekid.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alittlekid.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alittlekid.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alittlekid.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alittlekid.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alittlekid.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alittlekid.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alittlekid.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alittlekid.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alittlekid.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alittlekid.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alittlekid.wordpress.com&amp;blog=5454840&amp;post=65&amp;subd=alittlekid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alittlekid.wordpress.com/2008/11/25/cerpen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c21033493af21105b3e63d55ddec6647?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Nisa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>English Quote</title>
		<link>http://alittlekid.wordpress.com/2008/11/25/english-quote/</link>
		<comments>http://alittlekid.wordpress.com/2008/11/25/english-quote/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2008 10:50:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alittlekid</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Article]]></category>
		<category><![CDATA[english quote]]></category>
		<category><![CDATA[fear]]></category>
		<category><![CDATA[roosevelt]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alittlekid.wordpress.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[The Only Thing You Have To Fear Is the Fear Itself Kalimat di atas merupakan quote yang terkenal dari salah satu mantan presiden Amerika Serikat; Franklin Delano Roosevelt. Kalau di-translate ke Bahasa Indonesia, kira-kira artinya begini: “Satu-satunya hal yang harus kau takuti adalah rasa takut itu sendiri”. Saat membaca quote itu untuk pertama kalinya, hal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alittlekid.wordpress.com&amp;blog=5454840&amp;post=72&amp;subd=alittlekid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><strong><span style="color:black;font-family:Arial;" lang="IN">The Only Thing You Have To Fear Is the Fear Itself</span></strong><span style="font-family:Arial;" lang="IN"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><br />
<span style="font-size:small;">Kalimat di atas merupakan <em><span style="color:black;font-family:Arial;">quote</span></em> yang terkenal dari salah satu mantan presiden Amerika Serikat; Franklin Delano Roosevelt. Kalau di-<em><span style="color:black;font-family:Arial;">translate </span></em>ke Bahasa Indonesia, kira-kira artinya begini: “Satu-satunya hal yang harus kau takuti adalah rasa takut itu sendiri”.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Saat membaca <em><span style="color:black;font-family:Arial;">quote </span></em>itu untuk pertama kalinya, hal pertama yang muncul dalam memori saya yang berantakan ini adalah salah satu percakapan antara Harry Potter dan Profesor Lupin. <span id="more-72"></span>Percakapan itu terjadi di kantor Lupin, saat siswa tahun ketiga, empat, lima, enam, dan kelas tujuh Hogwarts sedang berwisata ke Hogsmeade, satu-satunya desa dengan komunitas murni sihir, tanpa <em><span style="color:black;font-family:Arial;">muggle</span></em> (komunitas-non-sihir, -red) di seluruh Inggris. Harry yang saat itu tidak memiliki izin untuk ikut pergi karena Paman Vernon menolak menandatangani formulirnya (gara-gara Harry menggelembungkan Bibi Marge, adik Paman Vernon) bertemu dengan Profesor Lupin, yang lalu mengajaknya ke kantornya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Saat itu, ketika Harry menanyakan mengapa Profesor Lupin tidak memberinya kesempatan untuk menghadapi <em><span style="color:black;font-family:Arial;">boggart</span></em> (makhluk pengubah bentuk yang bisa mengubah dirinya menjadi hal yang paling kita takuti, -red), Lupin memberi jawaban yang mengejutkan dengan mengatakan bahwa ia tentu saja tidak ingin Lord Voldemort muncul di kelasnya dan membuat semua siswanya ketakutan. Jawaban ini tentu sangat mengejutkan Harry, yang tidak menyangka itulah alasan sebenarnya. Harry kemudian menambahkan, selain Voldemort, ia kemudian memikirkan Dementor (penjaga penjara Azkaban yang menyedot kebahagian sebagai makanannya, -red). Saat itulah Profesor Lupin mengatakan, “Itu berarti, yang kau takuti adalah, ketakutan itu sendiri. Sangat bijaksana, Harry.” </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Takut merupakan suatu bentuk perasaan di mana kita merasa kuatir akan suatu hal. Ini adalah salah satu hal yang kita tak bisa lepas darinya selama kita hidup. Dalam kehidupan ini, sebagai manusia kita memiliki kesulitan yang harus kita atasi. Banyak ujian kehidupan yang harus kita selesaikan. Ada seleksi alam yang harus kita lewati. Seolah hidup tidak cukup sulit, meminjam sedikit ungkapan Norah McClintock, kita masih harus menghadapi orang-orang di sekitar kita yang mengatakan bahwa mimpi kita adalah hal yang mustahil. Yang mengatakan bahwa kita tidak mampu meraih cita-cita dan tujuan kita. Yang mengatakan bahwa kita tak mampu melakukan apapun. Yang mengatakan bahwa kita tak berguna, kita seperti sampah. Padahal, bahkan sampah sekalipun masih bisa berguna kembali dengan daur ulang….</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Beberapa mungkin melakukannya pada kita dengan maksud untuk melecut kita agar kita menyadari bahwa kita masih memiliki banyak kekurangan, dengan cara mereka sendiri. Namun sifat dan karakter manusia bermacam-macam. Ada pula yang melakukannya karena benih-benih kegelapan mulai tumbuh di hati mereka, atau mereka yang telah termakan oleh kedengkian tiada akhir (ungkapan yang terlalu berlebihan, sepertinya&#8230;).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Dengan segala hal tersebut, kita tidak bisa terlepas dari rasa takut. Bagi pelajar, mungkin takut jika nilai ulangannya jelek dan harus remidi, takut tidak lulus ujian, dan lain-lain. Sebagai remaja, kita pun mungkin memilki rasa takut ditinggalkan oleh teman. Para kepala keluarga mungkin memiliki rasa takut jika tidak bisa menafkahi keluarganya. Bahkan para koruptor pun punya rasa takut; takut ketahuan! </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Rasa takut itu timbul karena kurangnya persiapan yang kita lakukan. Takut remidi karena kurang belajar. Takut ditinggalkan teman mungkin karena kita sudah melakukan suatu kesalahan pada mereka. Jika saja kita sudah belajar dengan cukup dan tekun, kita tentu akan yakin pada diri kita sendiri, dan tidak perlu takut remidi. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Bagaimanapun, kita juga bukannya tidak memerlukan rasa takut. Mungkin bisa dikatakan bahwa rasa takut termasuk dalam salah satu yang menjaga kita masih hidup hingga sekarang. Coba bayangkan saja, bagaimana jika kita tidak takut pada hukuman Tuhan, tidak takut berbuat dosa, tidak takut masuk neraka, tidak takut melompat dari atap gedung tinggi tanpa pengaman (jangan lupa, kita bukan Claire Bennet ), dan lain-lain.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Namun selain rasa takut yang harus kita miliki sebagaimana yang terdapat pada paragraf di atas, kita sering takut pada hal yang tidak seharusnya kita takuti. Ada yang takut pada petir, ada yang takut pada kegelapan, dsb. Dalam hati mungkin kita sendiri juga menanyakan, kenapa kita harus takut pada hal-hal itu? Kedengarannya konyol sekali. Kita takut akan suatu hal, seperti yang sudah disebutkan di atas, karena ketidakpastian. Dalam kegelapan, kita tak bisa melihat apapun. Kita tak tahu apa yang ada di sekitar kita. Kita menjadi buta. Yang bisa kita lakukan hanyalah menebak-nebak dan meraba-raba. Kita tak tahu bahkan benda apa yang mungkin berada tepat di depan kita. Kegelapan berarti ketakpastian. Ketakpastian itu menimbulkan ketakutan. Kita lalu jadi takut pada kegelapan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Kalau kita pikirkan lagi, ketakutan itu timbul karena pikiran kita menspekulasikan hal-hal buruk yang mungkin terjadi. Bagaimana jika dalam gelap, tanpa kita ketahui sesuatu tiba-tiba menyerang kita? Bagaimana jika tiba-tiba ada yang menculik kita? Menyakiti kita? Dan bagaimana jika-bagaimana jika yang lain-lain lagi. Padahal, belum tentu hal-hal itu akan terjadi. Seharusnya kita tak perlu takut, yang kita perlukan adalah kehati-hatian, dan, seperti kata Profesor Moody, waspada setiap saat. Ketakutan terbesar yang paling sulit kita hadapi adalah ketakutan itu sendiri. Karena kita ketakutan akan sesuatu yang mungkin tidak mungkin terjadi, kita bisa saja melakukan hal-hal konyol yang seharusnya tidak kita lakukan. Jika kita bisa menghadapi dan mengendalikan rasa takut itu, tak ada yang perlu dikhawatirkan. Kita akan lebih optimis menghadapi tantangan, tanpa harus ditakut-takuti oleh berbagai macam ‘bagaimana-jika’. Kita bisa lebih bersemangat karena rasa optimis telah tumbuh. Tanpa dihalangi rasa takut, kita bisa lebih baik dalam berusaha mengatasi tantangan kehidupan. Karenanya, satu-satunya hal yang perlu kita takuti adalah ketakutan itu sendiri. kita harus bisa mengendalikannya agar ia tak menghalangi kita dari impian dan cita-cita kita.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Ada pepatah yang mengatakan, pemberani bukanlah orang yang tidak memiliki rasa takut, melainkan orang yang berani menghadapi segala ketakutannya itu sekuat tenaga. Menjadi seorang yang <em><span style="color:black;font-family:Arial;">bravehearted </span></em>mungkin memang tidak mudah, <em><span style="color:black;font-family:Arial;">but it’s something really worth fighting for.</span></em> <em><span style="color:black;font-family:Arial;">If you could be a brave-hearted, control all what you’re fear of and control the fear itself, then you’ll be able to reach your goals. Don’t hope so high if you’re still haunted by your fears, pals. We gotta try to control it!</span></em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">—from a little kid who’s still trying to do so herself—</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alittlekid.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alittlekid.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alittlekid.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alittlekid.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alittlekid.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alittlekid.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alittlekid.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alittlekid.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alittlekid.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alittlekid.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alittlekid.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alittlekid.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alittlekid.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alittlekid.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alittlekid.wordpress.com&amp;blog=5454840&amp;post=72&amp;subd=alittlekid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alittlekid.wordpress.com/2008/11/25/english-quote/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c21033493af21105b3e63d55ddec6647?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Nisa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Just try to make some rhymes&#8230;</title>
		<link>http://alittlekid.wordpress.com/2008/11/25/just-try-to-make-some-rhymes/</link>
		<comments>http://alittlekid.wordpress.com/2008/11/25/just-try-to-make-some-rhymes/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2008 10:44:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alittlekid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alittlekid.wordpress.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[When the blinking stars disappears And the glittering moon faded to shades Standing here with my backpack I saw you at your back Leaving me with your bags But these big bugs won’t beg Cause they’re definitely not hecks And will never give me a hack. As train goes by You give me a high [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alittlekid.wordpress.com&amp;blog=5454840&amp;post=70&amp;subd=alittlekid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:small;"><span style="color:black;font-family:Arial;">When the blinking stars disappears</span></span><br />
<span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"><span style="color:black;font-family:Arial;">And the glittering moon faded to shades</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"><span style="color:black;font-family:Arial;">Standing here with my backpack</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"><span style="color:black;font-family:Arial;">I saw you at your back<span id="more-70"></span></span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"><span style="color:black;font-family:Arial;">Leaving me with your bags</span></span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">But these big bugs won’t beg</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"><span style="color:black;font-family:Arial;">Cause they’re definitely not hecks</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"><span style="color:black;font-family:Arial;">And will never give me a hack.</span></span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">As train goes by</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"><span style="color:black;font-family:Arial;">You give me a high five</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"><span style="color:black;font-family:Arial;">With tears from your eyes</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial;"><span style="color:black;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">But I don’t wanna say good bye </span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"><span style="color:black;font-family:Arial;">Cause even you go away</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"><span style="color:black;font-family:Arial;">Your heart lies still not dry </span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"><span style="color:black;font-family:Arial;">Here inside mine</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"><span style="color:black;font-family:Arial;">Another train passed by</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"><span style="color:black;font-family:Arial;">And I’m standing still</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"><span style="color:black;font-family:Arial;">Till the captain waved a bye</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"><span style="color:black;font-family:Arial;">And I’m coming back to the hill</span></span></span><br />
<span style="color:black;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">to my own, very own life</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alittlekid.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alittlekid.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alittlekid.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alittlekid.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alittlekid.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alittlekid.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alittlekid.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alittlekid.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alittlekid.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alittlekid.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alittlekid.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alittlekid.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alittlekid.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alittlekid.wordpress.com/70/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alittlekid.wordpress.com&amp;blog=5454840&amp;post=70&amp;subd=alittlekid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alittlekid.wordpress.com/2008/11/25/just-try-to-make-some-rhymes/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c21033493af21105b3e63d55ddec6647?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Nisa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Check out my Slide Show!</title>
		<link>http://alittlekid.wordpress.com/2008/11/22/check-out-my-slide-show-2/</link>
		<comments>http://alittlekid.wordpress.com/2008/11/22/check-out-my-slide-show-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Nov 2008 10:01:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alittlekid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alittlekid.wordpress.com/2008/11/22/check-out-my-slide-show-2/</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alittlekid.wordpress.com&amp;blog=5454840&amp;post=52&amp;subd=alittlekid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><embed src='http://widget-7e.slide.com/widgets/slideticker.swf' type='application/x-shockwave-flash' quality='high' scale='noscale' salign='l' wmode='transparent' flashvars='site=widget-7e.slide.com&channel=2522015791345820542&cy=wp&il=1' width='406' height='300' name='flashticker' align='middle' /><div style='width: 406px;text-align:left;'><a href='http://www.slide.com/pivot?ad=0&tt=0&sk=0&cy=wp&th=0&id=2522015791345820542&map=1' target='_blank'><img src='http://widget-7e.slide.com/p1/2522015791345820542/wp_t000_v000_a000_f00/images/xslide1.gif' border='0' ismap='ismap' /></a> <a href='http://www.slide.com/pivot?ad=0&tt=0&sk=0&cy=wp&th=0&id=2522015791345820542&map=2' target='_blank'><img src='http://widget-7e.slide.com/p2/2522015791345820542/wp_t000_v000_a000_f00/images/xslide2.gif' border='0' ismap='ismap' /></a></div></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alittlekid.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alittlekid.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alittlekid.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alittlekid.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alittlekid.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alittlekid.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alittlekid.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alittlekid.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alittlekid.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alittlekid.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alittlekid.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alittlekid.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alittlekid.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alittlekid.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alittlekid.wordpress.com&amp;blog=5454840&amp;post=52&amp;subd=alittlekid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alittlekid.wordpress.com/2008/11/22/check-out-my-slide-show-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c21033493af21105b3e63d55ddec6647?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Nisa</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
